Jumat, 10 Mei 2013

Gas Elpiji 3 Kg Mulai Langka


Kelangkaan Gas Elpiji ukuran 3 Kg kembali terjadi di wilayah Kabupaten Purworejo. Kelangkaan dipicu adanya rencana pemerintah menaikan harga BBM. Kelangkaan gas elpiji paling parah terjadi di wilayah yang jauh dari perkotaan.

Dari pantauan di lapangan, kelangkaan terjadi di wilayah Kecamatan Purwodadi, Grabag, Bagelen, Kemiri dan Gebang. Dari pengakuan sejumlah pengecer gas elpiji, sudah dua pekan terakhir ini mereka belum mendapat pasokan dari pihak distributor. “Yang kami jual adalah stok lama, itupun kini sudah habis,” kata salah seorang pengecer di Kecamatan Purwodadi.

Bengkel Sepeda Ludes Terbakar


Bengkel sepeda milik Fery Wibowo (40) warga Desa Wingko Tinumpuk RT 2 RW 3, Kecamatan Ngombol, Kabupaten Purworejo ludes terbakar, Jumat (10/5)sekitar pukul 15.30 WIB. Tidak ada korban dalam kejadian tersebut.

Namun demikian pemilik dan cucunya yang masih balita mengalami luka bakar cukup serius. Peristiwa bermula saat Fery Wibowo menambal ban Yamaha Mio AA 5874 RW. Tak jauh dari tempat itu, Zahra (1,5) cucu Fery yang sedang bermain tanpa sengaja menumpahkan bensin dalam jerigen. Akibatnya, tumpahan bensin tersebut menyambar api yang sedang digunakan untuk menambal ban.

 Dalam sekejap api membesar dan merambat dalam rak berisi tumpukkan jerigen bensin yang berada tak jauh dari tempat itu. Tak ayal, api semakin besar sehingga merembet ke rumah korban. Dalam kepanikan itu Fery berusaha menyelamatkan diri sambil menuntun sepeda motor.

 Api yang semakin membesar itu kemudian menyambar  Zahra sehingga tubuh balita malang tersebut mengalami luka bakar serius. Tetangga korban yang mengetahui kebakran itu kemudian membawa Zahra ke RSUD Saras Husada Purworejo. Api baru bisa dipadamkan sekitar satu jam kemudian setelah satu unit mobil pemadam kebakaran datang ke lokasi kejadian.

Siswa SMP Negeri 2 Purworejo Borong Gelar di FLS2N


Dari 12 cabang lomba yang digelar dalam ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) Musik Tradisional tingkat SMP, sembilan diantaranya disabet oleh duta seni SMP Negeri 2 Purworejo. Lomba digelar di aula SMK Negeri 3 Purworejo, Rabu (8/5) lalu.

Sembilan cabang yang dimenangkan adalah, Festival Musik Tradisional, Story Telling (Kamilia Yasmine Kusuma), Seni Lukis (Novaris Valentino), Cipta Puisi (Ellya Candra T), Cipta Lagu (Jovinka Rochendania), Desain Motif Batik (Salma Ari Nur Anisa), Kreativitas Seni Tari (Naura Asyifa Faizah, Risty Anggitiara Triwijaya, Putri pah Kumala Dewi, Meka Mergian Raharjo, Laela Yustantriningtyas) dan Menyanyi Tunggal ( Putra Rahardian Pasca Priamada, Amalia Putri Puspitasari).

Sedang untuk Vocal Group oleh Fauzan Khusnarrofi, Julius Haris Winata, Nabila Asyifa Nur, Gabriella Yosma Lasmi Pujianti dan Rahardian Pasca Priyambada. Para pemenang tersebut rencananya akan mewakili Purworejo dalam ajang yang sama di tingkat Jawa Tengah.

Kamis, 09 Mei 2013

Lagi, TKI Asal Purworejo Meninggal Dunia

Kecelakaan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Purworjo kembali terjadi. Triyono (26) warga RT 1 RW 1 Desa Mugangsari, Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo dikabarkan terjatuh dan hilang saat bekerja di Korea Selatan. Triyono yang bekerja dikapal penangkap ikan gurita Pungyaho mengalami kecelakaan pada 16 April 2013 lalu. 

Kabar mengenai hilangnya Triyono diterima pihak keluarga Selasa (23/4) lalu. Keluarga mnerima berita duka tersebut dari rekan kerja Triyono yang sama-sama bekerja di Korea selatan. "Kabar yang kami terima Triyono terjatuh saat menebar jaring sekitar 33 mil timur laut Pulau Yokji - myeon pukul 09.10 waktu Korea Selatan," kata Minten (46), ibu Triyono. 

Menurut Minten, kepastian meninggalnya Triyono setelah pihak keluarga dibantu Kepala Desa menghubungi KBRI Korsel dan pemeriintah setempat. dari hasil konfirmasi dipastkan TKI yang meninggal dunia datanya sama dengan Triyono.

Selasa, 07 Mei 2013

RSUD Saras Husada Purworejo Berdalih


Bantahan pihak RSUD Saras Husada Purworejo yang dituduh telah menelantarkan dan tidak memberi pelayanan semestinya terhadap pasien penderita penyakit Diabetes Militus bernama Karni (50) warga Kelurahan Tambakrejo RT 2 RW 9 Kecamatan Purworejo Kabupaten Purworejo dianggap bentuk mau menang sendiri.

Dengan dalih ada miskmunikasi, pihak rumah sakit seakan-akan sudah sesuai prosedur dan tidak mau disalahkan. Padahal, apapun itu alasanya, pasien sudah terlanjur diterlantarkan dan tidak mendapat pelayanan semestinya. Tidak itu saja, pasien juga sudah mendapat perlakuan kasar dari para perawat yang menanganinya. Melihat kenyataan tersebut, rasanya ada benarnya juga ungkapan yang menyebutk sebaiknya orang miskin dilarang sakit.

Jumat, 03 Mei 2013

Tari Ndolalak Kolosal Meriahkan Hardiknas


Sekitar 500 penari ndolalak, memeriahkan upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2013 tingkat Kabupaten Purworejo, yang digelar di alun-alun Purworejo, Kamis (2/5). Selain itu, juga dilakukan penyerahan penghargaan Satya Lencana Karya Satya kepada 20 PNS, penghargaan guru berprestasi, serta pengukuhan bunda PAUD dari 16 kecamatan.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Purworejo Drs H Mahsun Zain MAg bertindak selaku inspektur upacara, yang juga dihadiri unsur Forum Pimpinan Daerah dan tamu undangan. Sedangkan peserta upacara terdiri dari para siswa dari semua jenjang pendikan, serta dari unsur dinas/instansi.

Dalam sambutannya yang dibacakan Bupati Purworejo, Menteri Pendidikan dan  Kebudayaan Muhammad Nuh, menyampaikan permintaan maaf secara terbuka atas persoalan penyelenggaraan Ujian Nasional tahun pelajaran 2012/2013. “Hal ini harus kita jadikan sebagai pelajaran yang sangat berharga dalam memberikan layanan pendidikan kepada masyarakat,” katanya.

Diungkapkan pula bahwa sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pendidikan, mulai tahun pelajaran 2013/2014 akan diterapkan Kurikulum 2013 untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah secara bertahap dan terbatas. Bertahap, berarti kurikulum tidak diterapkan di semua kelas di setiap jenjang, tetapi hanya di kelas 1 (satu) dan kelas 4 (empat) untuk jenjang SD, dan kelas 7 (tujuh) untuk SMP, serta kelas 10 (sepuluh) untuk SMA dan SMK. Terbatas diartikan bahwa jumlah sekolah yang melaksanakannya disesuaikan dengan tingkat kesiapan sekolah.

Kurikulum 2013 ini menurutnya, dirancang untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi pengetahuan, keterampilan, dan sikap secara utuh. “Hal ini penting dalam rangka antisipasi kebutuhan kompetensi abad 21 dan menyiapkan generasi emas 2045,” tandasnya.

Rabu, 01 Mei 2013

Purworejo Mendapat Opini WTP


Kerja keras jajaran Pemerintah Kabupaten Purworejo dalam bidang pengelolaan keuangan, membuahkan hasil memuaskan. Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kabupaten Purworejo dari APBD tahun 2012, mendapatkan opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Jawa Tengah.

Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) itu diserahkan langsung oleh Ketua BPK Perwakilan Jawa Tengah Ignatius Bambang Adiputranta SH MSi kepada Bupati Purworejo Drs H Mahsun Zain MAg di kantor BPK, Selasa (30/4). Ikut mendampingi bupati Ketua DPRD Yuli Hastuti dan Kepala Inspektorat Drs Pram Prasetya Achmad MM.

Bupati Purworejo mengaku bersyukur akhirnya Kabupaten Purworejo mendapat opini WTP dari BPK. "Target kami sebenarnya tahun 2014, tapi alhamdulillah sudah bisa terealisasi lebih cepat tahun 2013 ini," ungkapnya.

Lebih lanjut Bupati mengatakan bahwa opini WTP itu sama sekali di luar prediksinya. Saat mendapat undangan untuk menerima LHP di Semarang, dia menduga Kabupaten Purworejo masih mendapatkan opini Wajar Dengan Pengecualian. "Ternyata malah mendapat WTP. Benar-benar di luar dugaan," katanya.

Hal senada diungkapkan Wakil Ketua DPRD Yuli Hastuti. Dikatakan, opini WTP itu berhasil diraih berkat sinergitas antara eksekutif dan legislatif yang membangun kemitraan kerja yang produktif dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. "Opini WTP ini harus dipertahankan," katanya.

Kepala Inspektorat Drs Pram Prasetya Achmad MM menambahkan, ada empat kriteria sehingga Kabupaten Purworejo mendapatkan opini WTP. Yakni laporan keuangan yang disajikan sudah sesuai dengan sistem akuntansi pemerintahan, laporan keuangan telah memenuhi kriteria kecukupan pengungkapan, laporan keuangan telah memenuhi kriteria kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, serta laporan keuangan juga telah memenuhi efektifitas sistem pengendalian intern.

Ditambahkan, opini WTP tersebut diraih setelah Pemkab Purworejo benar-benar membenahi serta melaksanakan rekomendasi BPK dari hasil audit terhadap APBD 2011 lalu. Di samping itu, satuan kerja terkait juga mengoptimalisasikan penyajian laporan sesuai dengan sistem akuntansi pemerintah.

Menurutnya, WTP itu diraih berkat kerja keras semua pihak, baik itu kepala SKPD, bendahara, serta pengurus barang, dan para pelaksana teknis. "Memang ada beberapa catatan dan rekomendasi dari BPK. Tentu akan kami laksanakan dan diperbaiki dalam penyusunan laporan keuangan dari APBD tahun 2013 ini," katanya.