Jumat, 21 September 2012

Bupati Lepas 471 Calhaj


Sebanyak 741 orang jamaah calon haji (calhaj) Purworejo, secara resmi dilepas oleh Bupati Drs H Mahsun Zain MAg, di pendopa kabupaten, Rabu (19/9). Dari 741 orang itu, terdiri 376 jamaah pria dan 365 wanita.

Menurut Bupati, meningkatnya jumlah calhaj setiap tahun ini dapat sebagai indikator meningkatnya taraf ekonomi masyarakat dan peningkatan ketakwaan. “Peningkatan ekonomi karena untuk melaksanakan ibadah haji membutuhkan biaya besar. Di sisi lain, meskipun punya dana banyak kalau tingkat ketakwaannya rendah, belum tentu bersedia menunaikan ibadah haji,” katanya.

Sementara itu Kepala Kantor Kementerian Agama Purworejo Drs H Nurudin MPdI  selaku kepala staf penyelenggaraan ibadah haji mengungkapkan, jumlah calhaj Purworejo bertambah dari jumlah sebelumnya karena ada yang mutasi masuk empat orang masing-masing dari Kabupaten Banyumas dua orang, Semarang dan Sleman masing-masing satu orang. “Yang mutasi keluar ke Magelang satu orang,” ungkapnya.

Diantara para calhaj, usia tertua adalah Rasmijo (88) warga Desa Paitan RT 01 RW 02 Kecamatan Kemiri.  Sedangkan termuda Mahendra Ramdhani (21) warga Kelurahan Sindurjan RT 05 RW 08 Kecamatan Purworejo.

Perajin Besek Dapat Pelatihan


Perajin besek Desa Cacaban Lor Kecamatan Bener mendapat pengetahuan baru tentang anyaman bambu. Mereka dilatih teknik anyaman dengan sistem melingkar oleh instruktur dari APIKRI (Yayasan Pengembangan Kerajinan Rakyat Indonesia) Yogyakarta, di desa setempat, beberapa waktu lalu.

Kepala Bidang Perindustrian dan Pertamben Ir Subagiyo MSi menegaskan bahwa mental para perajin haruslah berubah. Perajin harus penuh dengan inovasi dan berani, jangan hanya berkutat dengan paradigma lama yang sudah ketinggalan zaman. “Sekarang adalah zaman persaingan dan perdagangan bebas, sehingga para perajin harus siap bersaing dengan hal-hal baru yang inovatif,” katanya saat membuka pelatihan yang diikuti 10 orang itu.

Kalau selama ini para perajin membuat anyaman dalam bentuk kotak, dalam pelatihan ini diberikan dasar teknik anyaman melingkar. Teknik ini nantinya masih bisa dikembangkan menjadi beraneka macam bentuk tergantung dari kreatifitas para perajin itu sendiri.

Sutopo selaku instruktur dari APIKRI menyampaikan bahwa ketelatenan, keuletan dan kreatifitas menjadi dasar dari mengembangkan kerajinan anyaman bambu ini sehingga bisa bersaing. Dengan dasar menganyam yang sudah dimiliki oleh para perajin, membuat materi yang diberikan mudah diserap.

Selasa, 18 September 2012

RSUD Mampu Setor PAD Rp 8 M


Untuk menyamakan persepsi diantara pemangku kepentingan, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) “Saras Husada”, menyelenggarakan diskusi. Topik diskusi tentang pola pengeloaan keuangan badan layanan umum daerah (PPK-BLUD)RSUD “Saras Husada”, Senin (17/9) di aula hotel Plasa. 

Hadir sebagai nara sumber Ir Bejo Mulyono MML selaku Kasubdit  BLUD Ditjen Keuangan Daerah pada Kementrian Dalam Negeri, dan Drs Syahrudin Hamzah SEMM selaku Wakil Direktur dan Keuangan RSUD “Muwardi” Surakarta.

Direktur RSUD “Saras Husada” Purworejo drg Gustanul Arifin MKes mengungkapkan bahwa penerapan PPK-BLUD utuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas pelayanan kepada masyarakat. Mekanismenya dengan memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan keuangan berdasar prinsip ekonomi dan produksi, serta penerapan praktek bisnis yang sehat. 

Istilah BLU, sambungnya, mulai disosialisasikan 2004 lalu, sebagaimana terdapat pada  pasal (1) UU 1/2004, tentang Perbendaharaan Negara. Namun diantara peyelenggara pemerintah masih sering terdapat beda persepsi mengenai BLUD. Diharapkan BLUD dapat memecahkan masalah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Menurutnya, sebuah rumah sakit harus memberikan pelayanan setiap waktu, kendati di awal tahun saat pengaggaran melalui APBD belum ditetapkan. Optimalisasi pelayanan ini dapat diatasi apabila pendapatan fungsional bisa langsung digunakan untuk pengadaan obat/ alat kesehtan, serta penyederhanaan pengadaan barang/jasa.  “Sehingga keterbatasan dan kelancaran dana operasional, serta ketergantungan terhadap subsidi pemerintah dapat diatasi, apabila  BLUD bisa memerankan sebagai bisnis swasta yang mampu menarik pelanggan,” katanya.

RSUD “Saras Husada” Purworejo merupakan pelopor RSUD di Jawa Tengah yang telah menerapkan PPK-BLUD. Pelaksanaannya berdasarkan Perda 1/2009. Sejak tahun itu pula, pihaknya sudah tidak menggunakan dana APBD, kecuali untuk gaji PNS. Dari sekitar 670 karyawan, 417 orang diantaranya berstatus PNS.

Tahun 2011 meraup pendapatan Rp 54 M. Setelah dikeluarkan untuk belanja, menyisakan usaha yang disetorkan ke kasda sebesar Rp 8,8 M. Belanja paling besar untuk belanja obat, mencapai Rp 18 an milyar, disusul belanja modal dan alat kesehatan.

Untuk meningatkan pelayanan, pihakya kerja sama dengan pihak ketiga. Pihaknya menyediakan gedung, pihak ketiga menyediakan alat-alatnya. Mengingat RSUD memberikan pelayanan kesehatan kepada semua lapisan masyarakat, maka biaya kesehatan ditentukan pemerintah. Sehingga kendati menggunakan alat pihak ketiga, biayanya maksimal sama dengan rumah sakit swasta, bahkan masih dibawahnya. Pertanggungjawaban pelaksanaan kepada bupati. 

Ia mengaku, setiap tahun dilakukan audit oleh institusi yang berwenang seperti Inspektorat, BPK dan BPKP, juga oleh lembaga independen, yaitu dari Undip. “Pemeriksaan oleh lembaga pemerintah biasanya berdasarkan penugasan oleh atasannya. Sedangkan pemeriksan oleh Undip secara menyeluruh. Berdasarkan pengalaman yang telah dilakukan, hasil audit oleh institusi pemerintah dan lemabaga independen hasilnya sama,” ungkapnya.

Bupati Purworejo Drs Mahsun Zain MAg, pada kesempatan yang sama mengungkapkan bahwa rumah sakit sebagai salah satu institusi pelayanan publik memegang peranan penting bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Rumah sakit dituntut untuk dapat melayani masyarakat, dapat berkembang dan mandiri serta harus mampu bersaing dan memberikan pelayanan yang bermutu dan terjangkau bagi masyarakat.

Program Anak Beriman Wajib Diteruskan


Meski program gerakan terpadu pembinaan anak beriman dan berkepribadian merupakan program kepala daerah terdahulu, namun karena sangat mulia maka wajib diteruskan. Sehingga diharapkan bisa membentuk anak-anak yang beriman dan beraakhlaqul qarimah.

Demikian ditegaskan Bupati Purworejo Drs H Mahsun Zain MAg ketika membuka Lokakarya Gerakan Terpadu Anak Beriman dan Berkepribadian bagi Siswa SD di Kabupaten Purworejo, di ruang Arahiwang Setda Purworejo, Selasa (18/9). Lokakarya diikuti 110 peserta, terdiri dari unsur kecamatan, UPT P dan K, perwakilan pengajar, pengawas PAI, K3S SD dan MI, KKG,P4SK, Badko TPQ, Kementerian Agama dan SKPD terkait.

”Kita buka sejarah dulu, jamannya mantan Bupati Purworejo  H Marsaid, ada sebuah penelitian Guru Agama Islam di Jawa Tengah. Di daerah pantura seperti Pati, Jepara dan Demak, sebagai daerah yang cukup terkenal agamis, ternyata tamatan sekolah yang bisa baca tulis dan khatam Alqur`an, tidak ada tigapuluh persen,” ungkapnya

Diungkapkan bahwa setelah prgram itu diluncurkan, ternyata Tempat Pendidikan Al-Quran (TPQ) tumbuh subur di Kabupaten Purworejo, walaupun sekarang memang mengalami pasang surut. ”Mari kita bangkitkan kembali, kami tidak akan dikte, kita serahkan semua.Sudah ada Perbup atau Perda atau belum, pasca lulusan mau diapakan, silahkan dirumuskan. Lokakarya ini solusinya dan jawabnya untuk mendukung suksesnya program anak beriman,” katanya.

Ketua panitia Drs Bambang Susilo melaporkan, lokakarya berujuan untuk meningkatkan dukungan dari stakeholders dan semua pihak yang berkompeten serta masyarakat untuk berperan aktif memperkuat pelaksanaan kegiatan. Disamping itu, untuk mengetahui sejauhmana pelaksanaan Gerakan Terpadu Anak Beriman dan Berkepribadian di Kabupaten Purworejo, serta mengetahui permasalahn yang dihadapi sekaligus mencari solusi bersama.

Sedangkan narasumber/ pemakalah dari Kepala Dinas P dan K Purworejo, Sekretaris Dewan Pendidikan kabupaten Purworejo dan dari Kementerian Agama Kabupaten Purworejo.

Rabu, 12 September 2012

Belasan Siswa SMA Negeri 2 Purworejo Kesurupan


Sediknya 13 siswa SMA Negeri 2 Purworejo di Kutoarjo mengalami kesurupan. Para siswa kesurupan saat mengikuti kegiatan kemah pramuka di belakang sekolah setempat Sabtu (8/9). Kesurupan tersebut terjadi saat akan dilakukan pelantikan alih golongan.

Kegiatan pramukan itu sendiri dilaksanakan mulai Kamis (6/9) dan berakhir Sabtu (8/9). Pada awalnya yang kesurupan hanya satu siswa. Siswa yang kesurupan tersebut menjerit-njerit dan wajahnya terlihat beringas dan kelakuanya sulit dikendalikan.

Beberapa saat kemudian sejumlah siswa secara bersamaan juga keserupan sehingga suasana menjadi kacau dan tak terkendali. Melihat keadaan semakin kacau sejumlah guru kemudian berusaha menenangkan dan menyembuhkan siswa yang kesurupan.Agar tidak menular, para siswa yang kesurupan dibawa ke mushola sekolah.

Menurut Ediyono, Waka Kesiswaan, kegiatan pramuka tersebut merupakan agenda tahunan untuk melantik penggalang menjadi penegak serta pelantikan anggota Palang Merah Remaja (PMR). Kegaiatn diikuti 224 siswa terdiri atas pramuka 164 siswa dan PMR 60 siswa.

Dijelaskan, awal kesurupan terjadi pada malam kedua atau Jumat (7/9) malam sekitar pukul 20.00 saat kegiatan api unggun. “Namun malam itu juga para siswa yang kesurupan bisa disembuhkan,” kata Ediyono. Pagi harinya, lanjut Ediyono, menjelang penutupan belasan siswa kembali kesurupan. Akibatnya, lantaran tak ingin siswa yang lain ketularan kesurupan acara penutupan kemudian dimajukan.

Ediyono mengatakan, kejadian kesurupan yang menimpa 13 siswa memang diluar dugaan pihak sekolah. Pasalnya pada saat dilaksanakan Latihan dasar Ketrampilan minggu lalu hanya satu siswa yang kesurupan. 

Sementara itu Kepala SMA Negeri 2 Purworejo Bunadi mengatakan, kesurupan yang dialami para siswa tersebut karena mereka kelelahan. “Kejadian seperti  ini sudah biasa, saya sering menangani hal seperti ini waktu menjabat di sekolah lain,” kata Bunadi. 

Selasa, 11 September 2012

Bupati Serahkan Bantuan Bidang Pertanian


Bupati Purworejo Drs H Mahsun Zain MAg menyerahkan secara simbolis berbagai jenis bantuan bidang pertanian, di halaman Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Purworejo, Selasa (11/0). Bantuan-bantuan tersebut berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK)tahun 2012, dengan dana pendampingan dari APBD Provinsi Jawa Tengah serta APBD Kabupaten Purworejo.

Dari sekian jenis bantuan, terdapat bantuan berupa traktor tangan sebanyak 31 unit, yang diberikan bagi 31 Kelompok Tani se Kabupaten Purworejo. Disamping traktor, juga diserahkan beberapa  bantuan/hibah bidang sarana dan prasarana, bidang bina usaha, bidang kehutanan, dan bidang tanaman pangan. Diantaranya 40 unit pompa air, 20 unit alat pengolah pupuk organik (APPO), 7 unit power treser, dan 10 unit misblower.


Kodim 0708 Gelar Geladi Posko 1


Kodim 0708 Purworejo menggelar Geladi Posko I, beberapa waktu lalu. Geladi Posko merupakan salah satu metoda latihan taktis tanpa pasukan untuk melatih para komandan dan staf dalam merencanakan operasi, menerapkan taktik dan teknik operasi, melaksanakan olah yudha, kodal operasi serta menerapkan prosedur dan tata cara kerja yang berlaku di suatu pos komando.

Dalam sambutan pada acara penutupan, Danrem 072/Pamungkas Brigjen Adi Widjaja MSc  menyampaikan bahwa geladi posko ini bertujuan untuk mencapai beberapa sasaran. Yaitu peserta geladi posko memahami dan mampu mengaplikasikan mekanisme hubungan kerja komandan dan staf tingkat Kodim, mampu melaksanakan pengambilan keputusan dengan tepat dan cepat dalam menghadapi berbagai permasalahan di wilayah.

Menurutnya, kemanunggalan TNI dan rakyat sesuai dengan jati diri TNI yaitu tentara pejuang, tentara rakyat, tentara nasional dan tentara professional. “Dengan jati diri tersebut setiap prajurit dituntut untuk memiliki sikap, kesadaran serta kepribadian yang baik sebagai prajurit Sapta Marga,” katanya.

Komandan Kodim 0708/Purworejo Letkol Inf Ade Adrian yang juga sebagai pelaku dalam latihan tersebut menyampaikan bahwa keberadaan aparat kewilayahan yang semakin penting saat ini, dituntut untuk lebih banyak berperan khususnya dalam mendeteksi berbagai permasalahan yang berkembang di wilayah dewasa ini. Dengan kata lain komando kewilayahan saat ini masih mempunyai peran yang sangat strategis dalam membantu pemerintah daerah untuk melaksanakan pemberdayaan wilayah pertahanan di darat melalui peran pembinaan teritorial.

“Oleh karena itu sebagai langkah awal mengantisipasi berbagai kemungkinan kejadian di wilayah Kabupaten Purworejo, maka latihan geladi posko 1 ini di gelar di satuan Kodim 0708/Purworejo,” ungkapnya.

Dalam pelaksanaannya geladi posko 1 Kodim 0708/Purworejo dilaksanakan dengan melibatkan unsur- unsur terkait dalam penanggulangan bencana alam di jajaran Pemkab Purworejo. Sehingga sinergisitas antara Pemkab Purworejo dan Kodim 0708/Pwr sebagai satuan territorial dalam hal penanggulangan bencana alam dapat diaplikasikan dalam geladi posko 1 ini dengan baik dan lancar.