Kamis, 08 Oktober 2015

112 Anggota Pendonor Darah Dapat Piagam Penghargaan

Sebagai bentuk apresiasi terhadap para pejuang kemanusiaan khususnya anggota donor darah sukarela (DDS), PMI Kabupaten Purworejo menggelar temu donor darah dan penyerahan piagam penghargaan donor darah sukarela PMI Kabupaten Purworejo tahun 2015. Bertempat di Pendopo Kabupaten Purworejo, acara dihadiri Bupati Purworejo Drs H Mahsun Zain MAg, unsur FKPD dan Pengurus PMI se-Kabupaten Purworejo, Rabu (7/10).

Bupati Purworejo menyampaikan penghargaan yang tulus kepada para pendonor darah sukarela PMI Kabupaten Purworejo, atas dedikasi yang sangat tinggi terhadap nilai-nilai kemanusiaan. Penghargaan donor darah sukarela ini diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap para pejuang kemanusiaan. “Setetes darah yang telah didonorkan sangat berarti bagi keselamatan jiwa orang lain. Semoga apa yang saudara lakukan menjadi suri tauladan bagi kita semua, dan mendapat barokah dari Tuhan Yang Maha Kuasa,” katanya.

Bupati Purworejo menambahkan, saat ini jumlah anggota DDS di PMI Kabupaten Purworejo mencapai 5405  orang, namun yang aktif sekitar 3525  orang. Menurutnya jumlah yang cukup banyak itu, menunjukkan bahwa kepekaan sosial masih dimiliki oleh masyarakat Purworejo. Memiliki kepekaan sosial berarti mempunyai kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya dan tergerak untuk meringankan penderitaan orang lain. “Dengan kepekaan dan kepedulian sosial tersebut, diharapkan akan mampu menumbuhkan sikap kebersamaan dan memperkuat solidaritas masyarakat,” harapnya.

Pengurus PMI Kabupaten Purworejo Drg Ernawan Cahyo Winardi MM menjelaskan, kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan HUT PMI ke 70 tahun 2015. Kegiatan yang sudah dilaksanakan yaitu tasyakuran, upacara peringatan 70 PMI, melakukan anjang sana ke pendonor darah sukarela, dan bantuan air bersih yang didistribusikan ke 60 desa rawan kekeringan.

Lebih lanjut Ernawan menjelaskan, jumlah penerima masih-masih kategori yakni, penerima piagam donor darah ke 10 kali sebanyak 53 orang, donor darah ke 25 kali sebanyak 33 orang, donor darah ke 50 kali sebanyak 6 orang, donor darah ke 75 kali sebanyak 15 orang, dan  donor darah ke 100 kali sebanyak 5 orang. Untuk donor darah sebanyak 75 kali dan 100 kali, pada hari minggu yang lalu juga telah menerima piagam donor darah dari Gubernur Jawa Tengah pada perinatahn PMI tingkat Jawa Tengah di Purwokerto.
”Tahun ini untuk penerima donor darah 100 kali rencananya akan menerima lencana karya satya kebaktian sosial yang diserahkan oleh Bapak Presiden di Jakarta,“ terangnya.


Selain itu, pihaknya juga memberikan penghargaan kepada  institusi pendidikan yang telah aktif dalam menyumbangkan darah secara rutin untuk kepentingan kemanusiaan. Piagam penggerak donor diberikan kepada 15 Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan di Kabupaten Purworejo.

Purworejo Nominator 4 Kategori Lomba PKK Tingkat Jateng

Tim penilai lomba PKK KB Kesehatan tingkat Provinsi Jawa Tengah, melakukan penilaian di Kabupaten Purworejo Rabu (7/10).  Ada empat kategori yang masuk nominasi yaitu Pola Hidup Bersih Sehat (PHBS) di Desa Dewi Kecamatan Bayan, Lingkungan Bersih Sehat (LBS) di Desa Kaligono Kecamatan Kaligesing, KB Kesehatan di Desa Jenar Wetan Kecamatan Purwodadi dan Posyandu  Balita Kelurahan Cangkreplor .

Sebelumnya Tim penilai yang berjumlah sekitar 28 orang tersebut, diterima Bupati Purworejo, SKPD terkait, Ketua TP PKK berserta pengurus PKK kabupaten, di Peringgitan Pendopo kabupaten. Bupati Drs H Mahsun Zain MAg menjelaskan kegiatan PKK KB dan Kesehatan secara umum telah berjalan bagus berdasar program kerja. Termasuk menyakup di semua desa dengan melibatkan kader-kader yang ada didesa. “Tentu harapannya Purworejo dapat masuk menjadi juara di tingkat provinsi, dengan dukungan pelaksanaan kegiatan yang maksimal dalam program PKK KB Kesehatan. Apalagi angka kematian Ibu dan anak di Purworejo dapat ditekan sehingga jumlahnya menurun,” ujarnya.

Bupati berharap pula, tim penilai selain memberikan penilaian juga dapat sekaligus memberikan pembinaan dan arahan sehingga dapat meningkatkan pemberdayaan masyarakat untuk kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Purworejo.  Dengan demikian program yang digencarkan pemerintah tentang pengentasan kemsikinan dapat terealisasi.

Ketua tim penilai Provinsi Jawa Tengah Prof DR R Hari Wibowo SH MHum MSi mengatakan, sebagai masyarakat Jawa Tengah patut bangga dengan adanya PKK. Karena pencetus PKK pertama kali adalah Provinsi Jawa Tengah, yang kemudian menjadi program nasional, sehingga PKK menjadi mitra pemerintah untuk ikut membangun bangsa dan masyarakat.

Menurutnya penilaian lomba bertujuan untuk melihat secara langsung di desa pelaksanaan program PKK KB Kesehatan dan sekaligus mencocokkan data adminstrasi yang sudah masuk di provinsi. Disamping itu sebagai tolok ukur seberapa jauh program PKK KB Kesehatan yang telah dilakukan di kabupaten kota dalam menggerakkan kegiatan PKK KB Kesehatan di tingkat desa kelurahan. Sehingga dapat di implementasikan dalam kegiatan nyata di masyarakat yang harapannya meningkatkan kesejahteraan 
masyarakat baik melalui PKK, ikut program KB nya, juga dalam taraf hidup sehat dimasyarakat.

Sementara itu Ketua TP PKK Kabupaten Purworejo Ny.Yulia Sri Latifah Mahsun Zain memaparkan tentang program PKK KB Kesehatan, diantaranya TP PKK melaksanakan 10 program PKK yang dilaksanakan dari tingkat kabupaten, kecamatan hingga desa dan kelurahan. Masing-masing pengurus Pokja I, II, III, IV telah memiliki program kegiatan yang teragenda yang tentu dalam pelaksananya sampai melibatkan kader di tingkat dasa wisma.

Termasuk kegiatan Keluarga Berencana, tim bekerjasama dengan kader melakukan penyuluhan dan sosialisasi secara kontinyu, tentang pentingnya pasangan usia subur mengikuti program KB. Selain menggunakan alat kontrasepsi juga membentuk anggota usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga sejahtera (UPPKS) untuk meningkatkan mengembangkan keterampilan berupa pembuatan makanan ringan untuk camilan, dan kerajinan tangan seperti pembuatan keset, tas, membatik, menyulam, dan lain-lain hingga mengolah bahan bekas menjadi barang yang dapat dimanfaatkan.

Sedangkan untuk kesehatan lanjut Latifah, khususnya Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) sudah terlaksana dengan baik di tingkat RT maupun RW. Bentuk kegiatannya dari mulai penimbangan anak Balita, pemberian makanan bergizi seperti bubur kacang hijau, susu dll, juga penyuluhan kesehatan bagi orang tua Balita. Dengan harapan Balita-Balita yang ada di Purworejo tidak ada yang kekurangan gizi.
Tim penilai tersebut langsung berkunjung di empat desa yang dibagi menjadi empat tim. Masing-masing desa menyambut Tim penilai dengan meriah, termasuk di Kelurahan Cangkreplor  dengan melibatkan drum band SD dan kuda lumping Cangkreplor serta anak-anak SD yang berjajar dipinggir jalan dengan melambaikan bendera merah putih.

Kepala Kelurahan Cangkreplor Yuwono S.Sos mengatakan penyambutan ini sebagai bentuk apresiasi kepada Tim penilai, dan menampilkan potensi-potensi yang ada di Cangkreplor. Selain kesenian tradisional juga menampilkan pengolahan aneka makanan ringan yang diproduksi kelompok-kelompok PKK. Tentu harapannya juga sebagai pendukung dalam penilaian Posyandu Kepodang II RW 5 Cangkreplor.
Salah satu tim penilai Ir.Sutotok MM menjelaskan, penilaian Posyandu didasarkan pada tiga hal yakni terkait sumber daya manusia, lembaganya ada yang mengurusi pokja sampai kabupaten, dan fisiknya berupa sarana prasarananya. Dalam lomba untuk tidak semata-mata mencari juara tetapi lebih diutamakan pelayanan yang baik.  “Sangat disayangkan jika mendapatkan juara tapi justru pelayanan kinerjanya tidak meningkat. Maka melakukan yang terbaiklah dalam segala hal, meski tidak mendapat terbaik di dunia namun akan mendaptkan terbaik diakherat,” harapnya

Jumat, 24 April 2015

SMP Negeri 24 Purworejo Sarat Prestasi Eskul

Dibanding sekolah yang lain, nama SMP Negeri 24 Purworejo mungkin belum begitu menonjol. Hal itu disebabkan lokasinya yang memang berada terpencil jauh dari pusat kota Purworejo. Namun siapa sangka dibalik semua itu SMP Negeri 24 Purworejo yang terletak di Desa Kaliharjo, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo ternyata menyimpan segudang perstasi. Utamanya dalam bidang estra kurikuler.

Diantaranya, dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) dan Festifal Seni Kabupaten Purworejo tahun 2014 belum lama ini, sekolah ini mampu menyabet 14 tropi kejuaraan. Sementara sekolah lain untuk meraih satu kejuaraan saja harus bersusah payah. Keberhasilan tersebut tentu saja mengundang kekaguman tersendiri bagi sekolah sekolah lain. Meski belum menjadi juara umum namun perolehan kejuaraan tersebut tergolong luar biasa.

Kepala SMP Negeri 24 Purworejo, Suwarto AS, SPd, M, MPd mengatakan, keberhasilan tersebut tidak lepas dari usaha sungguh-sungguh seluruh warga SMP Negeri 24 Purworejo. Disamping itu juga berkat pembinaan yang serius melalui kegiatan estra kurikuler. Meski mengaku bangga, kata Suwarto, namun dirinya belum merasa puas. “ Karena itu kami akan terus berupaya meningkatkan prestasi sehingga harapanya dengan semua itu bisa menjadi bekal hidup para siswa,” ujar Suwarto.

Masih kata Suwarto, selain prestasi dalam bidang olahraga dan seni sekolahnya juga banyak berprestasi dalam bidang kepramukaan. Bahkan dua siswanya terpilih mewakili Kabupaten Purworejo dalam Jambore tingkat propinsi pada bulan Agustus 2015 mendatang di Semarang. “ Yang membanggakan lagi dari hasil seleksi dua siswa kami baik putra dan putri semuanya menduduki rangking pertama,” kata Suwarto.

Berikut hasil kejuaraan yang berhasil diraih SMP Negeri 24 Purworejo dalam POPDA tahun 2014. Juara pertama Lomba Lompat Jauh Putri atas nama Wiwin Yuliani kelas 7 A, juara pertama Lari 100 meter Putri atas nama Adinda Oktaviana kelas 7 C, juara pertama Lari 800 meter Putri atas nama Nur Azizah kelas 9 F, juara pertama Lari 1500 meter Putri atas nama Nur Azizah kelas 9 F, juara pertama 800 meter Putra atas nama Hendri Kurniawan kelas 8 A, juara II Lari 800 meter Putri atas nama Ayu Rahmawati kelas 9 F,

juara III Lari 800 meter Putri atas nama Vita Rahmawati kelas 7 C, juara Harapan III Lukis Putra atas nama Dimas Andrean kelas 8 A, juara harapan III Story Telling atas nama Anisa Samsabila kelas 8 C, juara harapan III Cipta Puisi Putri atas nama Ayu Susanti kelas 7 C, juara III Mocopat Putra atas nama Gus Kamid kelas 8 A, juara harapan I Vocal Putra atas nama Narendra Dewa F kelas 7 A, dan juara harapan II Musik Tradisional. 

Jumat, 06 Maret 2015

Diduga Terjadi Pungutan Liar Dana Sertifikasi Guru Di Purworejo

Diduga telah terjadi pungutan liar yang dilakukan oleh oknum Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda Dan Olahraga Kabupaten Purworejo terhadap para guru penerima dana tunjangan sertifikasi. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua LSM Formatur Basuki Rahmat SH MH dan Ketua FPI Purworejo Mustakim.
Mereka pada Kamis (5/3) sudah melaporkan kasus tersebut pada Kejaksaan Negeri Purworejo. Karena pungutan dana liar itu benar-benar sudah merugikan para guru. Menurut Basuki Rahmat dan Mustakim, setiap para guru ditarik masing-masing Rp 200.000,- (Dua ratus ribu rupiah) setiap dana sertifikasi diterima. Dana sertifikasi diterima para guru setiap tiga bulan sekali.

Data yang dieproleh LSM Formatur dan FPI Purworejo, jumlah guru bersertifikasi di Kabupaten Purworejo sekitar 4000 orang. Dengan demikian dana pungutan liar yang berhasil dikumpulkan oleh “koordinator” setiap tiga bulan mencapai Rp 800.000.000,- (delapan ratus juta rupiah). Artinya dalam setahun dana pungutan liar tersebut mencapai Rp 3 miliar lebih. Padahal pungutan liar tersebut sudah berlangsung sejak tahun 2008 dan sampai sekarang masih berlanjut. Belum diketahui pasti dana sebesar itu dimanfaatkan untuk apa dan siapa saja oknum yang menerima “jatah” dana siluman tersebut.

Dijelaskan Basuki Rahmat dan Mustakim, modus operandi yang dilakukan dengan mengirim surat resmi kepada para guru profesional untuk melakukan pemberkasan. Pada saat para guru profesional berkumpul kemudian diberi pengarahan tertentu. Sayangnya, entah lantaran takut atau karena kepatuhan guru, banyak yang tidak mau mengutarakan kebusukan yang terjadi di dinas mereka. Meski sebenarnya mereka sudah dirugikan.

“Karena itu kami mohon kepada Kejaksaan Negeri Purworejo untuk menyelidiki dan menyidik pengaduan dugaan pungutan dana sertifikasi ini. Agar tidak menjadi fitnah kami ingin persoalan ini diselesaikan melalui legal action,” kata Basuki. Lebih lanjut dikatakan, berdasarkan data-data yang dia miliki distribusi pungutan liar tersebut sampai ke pimpinan daerah. “Dan tidak menutup kemungkinan modus-modus seperti ini juga terjadi di dinas lain dengan tupoksi dan korban yang berbeda,” tegasnya.

Selasa, 14 Oktober 2014

Gubernur Jawa Tengah Tinjau Embung Di Desa Sukoagung

Pembangunan embung di Desa Sokoagung, Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo Jawa Tengah digelontor anggaran sebanyak Rp 3 miliar. Anggaran yang disediakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah itu untuk memenuhi kebutuhan air baku masyarakat desa sekitar dan pengembangan potensi hortikultura. Sayangnya, proses penggalian embung mengalami kendalan lantaran medan lokasi berupa batu.
Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Jawa Tengah, Prasetyo Budie Y mengatakan, rencananya pihaknya akan membangun embung sebanyak dua buah tampungan. Tampungan I sedianya akan mampu menampung air sebanyak 4.170 meterkubik dan tampungan II berkapasitas 8.557 meterkubik. “Pembangunan baru pada embung tahap I,” katanya, Rabu (8/10) sore.
Dikemukakan, pembangunan embung tahap satu sudah dimulai dan akan selesai sekitar pertengan November 2014. Target tersebut molor dari jadwal semula lantaran kondisi medan berupa bebatuan, sehingga menyulitkan proses penggalian. Sementara proyek tahap II rencananya akan dilaksanakan pada 2015 mendatang.
Sementara itu, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo saat meninjau embung Sokoagung mengatakan, Pemprov Jateng setiap tahun menggalakkan pembangunan embung, baik menggunakan dana APBD I maupun APBN. Proyek tersebut guna mendukung gerakan swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah. “Embung ini berfungsi sebagai tabungan air bagi masyarakat agar tak mengalami krisis air bersih saat musim kemarau. Semoga pada Desember 2014 mendatang embung ini sudah bisa berfungsi dengan baik,” katanya.

Prosesi Perayaan Hari Jadi Kabupaten Purworejo Berlangsung Khidmat

Prosesi penetapan Bumi Kayu Arahiwang menjadi Shima, yang berlangsung di Desa Borowetan Kecamatan Banyuurip, Rabu (8/10), berlangsung meriah namun khidmat. Kejutan muncul di akhir acara, ketika Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mampir ke lokasi prosesi, usai meninjau pembangunan embung Bagelen.
Dalam kesempatan itu Gubernur tampak tercengang mengetahui Kabupaten Purworejo sudah berusia 1113 tahun. “Opo iyoo? Ya mudah-mudahan saja benar begitu,“ katanya.
Semula ia mengaku tidak ada niatan datang pada acara  tersebut, namun saat meninjau  proyek  embung di Desa Sokoagung Kecamatan Bagelen , Ketua DPRD Purworejo memberi  tahu bahwa  Purworejo sedang merayakan hari jadi. “Makanya saya sempatkan mampir ke sini ingin melihat langsung acaranya,” ungkap Gubernur.
Lebih lanjut diungkapkan bahwa di daerah lain biasanya perayaan ulang tahun dilakukan di pusat kota, namun di Purworejo dilakukan di tengah pedesaan. “Saya suka yang seperti ini. Seharusnya acara seperti ini masuk agenda wisata tiap tahun, “tandasnya.

Bupati Purworejo Drs H Mahsun Zain MAg dalam kesempatan itu mengatakan, prosesi perayaan hari jadi diharapkan tidak hanya dipandang sebagai upaya melestarikan budaya belaka.  Lebih dari itu, hari jadi merupakan bagian dari mengenalkan sejarah kepada generasi muda.    “Sendratari ini merupakan sarana pendidikan bagi generasi muda, sehingga mereka tidak akan melupakan sejarah,” katanya.
Pagelaran sendratari kali ini digarap oleh dua koreografer, yakni Melania Sinaring Putri SSn dan Sudarwoko SSn, serta iringan oleh Singgih Winarno SSn. Sementara untuk menyiapkan artistik pertunjukan, tim sengaja melibatkan para seniman teater, yakni Harjito dari Teater Ilalang dan Haryanto dari Komunitas Teater Purworejo.
Melania mengatakan, pagelaran sendratari tersebut sudah disiapkan selama lebih kurang dua bulan dengan melibatkan sedikitnya 80 orang, yang terdiri dari pemain, narator, dan pengrawit. Sebagian besar pemainnya merupakan pelajar dan pelaku seni di Kabupaten Purworejo.
Para pengrawit sebagian besar merupakan pelajar dari berbagai sekolah. Adapun untuk penarinya diambilkan dari sanggar tari Prigel Purworejo.

Secara keseluruhan, konsep sendratari kali ini tidak jauh beda dengan tahun-tahun sebelumnya, meski demikian  tetap ada pembaharuan dari sisi penampilan. “Secara cerita dan alur,  kami tidak bisa mengubah, karena sendratari ini bercerita sejarah. Namun ada sajian yang beda kali ini. Antara lain pada adegan kerakyatan dan ending,” jelasnya.

Senin, 06 Oktober 2014

SMP Negeri 1 Purworejo Bangun Gapura Pintu Masuk

Dalam rangka untuk menciptakan suasana sekolah yang asri dan rapi, SMP Negeri 1 Purworejo bangun gapura pintu masuk. Bila sebelumnya pintu masuk menghadap ke barat, kini gapura pintu masuk yang baru menghadap ke selatan. Selain indah, bangunan gapura pintu masuk yang baru tersebut juga terkesan sedikit mewah. Lokasinya juga sangat tepat, yakni menghadap ke jalan raya Purworejo – Kutoarjo.

Kepala SMP Negeri 1 Purworejo Drs. H. Sartono MM mengatakan, pembangunan gapura tersebut dilakukan oleh Komite Sekolah yang diketuai oleh Drs Agus Supriyanto MSi beserta jajarannya. Dijelaskan, ide pembangunan itu diawali dengan seringnya sekolah kebanjiran serta di sejumlah tempat terlihat kumuh dan terkesan kurang terawat. “Selain itu juga untuk menyesuaikan nomenklatur sekolah serta mendukung Kabupaten Purworejo meraih Adipura dan menuju sekolah Adiwiyata,” paparnya.

Drs Sartono berharap, dengan wajah baru gapura pintu masuk tersebut akan menambah keasrian lingkungan sekolah. Dan dengan suasana yang baru itu akan berdampak pada semangat siswa maupun para guru dalam kegiatan belajar mengajar.