Selasa, 11 September 2012

Kodim 0708 Gelar Geladi Posko 1


Kodim 0708 Purworejo menggelar Geladi Posko I, beberapa waktu lalu. Geladi Posko merupakan salah satu metoda latihan taktis tanpa pasukan untuk melatih para komandan dan staf dalam merencanakan operasi, menerapkan taktik dan teknik operasi, melaksanakan olah yudha, kodal operasi serta menerapkan prosedur dan tata cara kerja yang berlaku di suatu pos komando.

Dalam sambutan pada acara penutupan, Danrem 072/Pamungkas Brigjen Adi Widjaja MSc  menyampaikan bahwa geladi posko ini bertujuan untuk mencapai beberapa sasaran. Yaitu peserta geladi posko memahami dan mampu mengaplikasikan mekanisme hubungan kerja komandan dan staf tingkat Kodim, mampu melaksanakan pengambilan keputusan dengan tepat dan cepat dalam menghadapi berbagai permasalahan di wilayah.

Menurutnya, kemanunggalan TNI dan rakyat sesuai dengan jati diri TNI yaitu tentara pejuang, tentara rakyat, tentara nasional dan tentara professional. “Dengan jati diri tersebut setiap prajurit dituntut untuk memiliki sikap, kesadaran serta kepribadian yang baik sebagai prajurit Sapta Marga,” katanya.

Komandan Kodim 0708/Purworejo Letkol Inf Ade Adrian yang juga sebagai pelaku dalam latihan tersebut menyampaikan bahwa keberadaan aparat kewilayahan yang semakin penting saat ini, dituntut untuk lebih banyak berperan khususnya dalam mendeteksi berbagai permasalahan yang berkembang di wilayah dewasa ini. Dengan kata lain komando kewilayahan saat ini masih mempunyai peran yang sangat strategis dalam membantu pemerintah daerah untuk melaksanakan pemberdayaan wilayah pertahanan di darat melalui peran pembinaan teritorial.

“Oleh karena itu sebagai langkah awal mengantisipasi berbagai kemungkinan kejadian di wilayah Kabupaten Purworejo, maka latihan geladi posko 1 ini di gelar di satuan Kodim 0708/Purworejo,” ungkapnya.

Dalam pelaksanaannya geladi posko 1 Kodim 0708/Purworejo dilaksanakan dengan melibatkan unsur- unsur terkait dalam penanggulangan bencana alam di jajaran Pemkab Purworejo. Sehingga sinergisitas antara Pemkab Purworejo dan Kodim 0708/Pwr sebagai satuan territorial dalam hal penanggulangan bencana alam dapat diaplikasikan dalam geladi posko 1 ini dengan baik dan lancar.


Minggu, 09 September 2012

Kecamatan Kemiri Gelar Pentas Wayang Kulit


Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 67 RI di Kecamatan Kemiri, dimeriahkan dengan berbagai kegiatan olah raga,termasuk lomba bayi merangkak. Kegiatan terbesar berupa sepeda santai memperebutkan sepeda motor, yang akan dilaksanakan 9 September mendatang.

Untuk penyerahan hadiah-hadiah lomba yang telah dilaksanakan, dilakukan pada malam resepsi HUT Ke 67 RI di aula Kecamatan Kemiri, beberapa waktu lalu, sekaligus gelar wayang kulit semalam suntuk oleh Ki Sunarpo. Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Purworejo Suhar beserta ibu, mantan Bupati Purworejo H Kelik Sumrahadi SSosMM yang juga ikut mendalang, muspika, para kades dan perangkat desa se Kecamatan Kemiri.

Dalam sambutannya Wakil Bupati Purworejo menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada masyarakat Kecamatan Kemiri, yang dapat menggelar peringatan HUT RI dengan penuh kegotongroyongan.

”Ini merupakan salah satu perwujudan dalam menghargai nilai-nilai kejuangan para pahlawan, serta wujud patriotisme masyarakat Kemiri,” katanya.
Sedangkan adanya pagelaran wayang kulit, diharapkan akan semakin menumbuhkan kecintaan terhadap seni budaya tradisional di Purworejo yang mempunyai nilai tontonan dan tuntunan adi luhung.

Kamis, 06 September 2012

Bupati Lantik Kades Wonosri


Wahyu Widodo ST (31) calon kepala desa terpilih, diambil sumpah jabatan dan dilantik sebagai kepala Desa Wonosri Kecamatan Ngombol oleh Bupati Purworejo Drs H Mahsun Zain MAg. Acara dikemas dalam sebuah upacara, Rabu (5/9), di balai desa setempat.  Pada kesempatan itu juga dilakukan serah terima jabatan, dari pejabat lama Agus Sunaryo kepada Wahyu Widodo.

 Pengangkatan Wahyu Widodo sebagai kepala desa dikukuhkan melalui surat keputusan (SK) Bupati Purworejo nomor 188.4/415.2/2012 tertanggal 28 Agustus 2012. Sebelumnya bupati menyerahkan SK nomor 188.4/ 415.1/ 2012 kepada Agus Sunaryo, tentang pemberhentikannya sebagai kepala desa karena habis masa jabatanya. Pejabat baru akan aktif sebagai kepala desa terhitung sejak dilakukan serah terima jabatan. Acara dihadiri panitia pilkades, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), lembaga desa dan warga masyarakat.

Bupati Mahsun pada kesempatan tersebut mengucapan terima kasih kepada pejabat lama atas pengabdiannya  kepadap pemerintah dan masyarakat. Kepada pejabat yang baru, ia berpesan agar bisa melaksanakan amanah dan mensejahterakan masyarakatnya. “Kepala desa bisa merangkul semua komponen masyarakat. Jangan bedakan antara yang memilih dengan yang tidak, karena semua itu masyarakat Desa Wonosri. Jaga suasana kondusif, mari kita buka lembaran baru,” katanya.

Perbedaan yang terjadi selama proses pilkades, dianggapnya sebagai hal yang wajar, mengingat hal itu bagian dari dinamika berdemokrasi. Karena perbedaan pendapat di alam demokrasi dijamin undang-undang. Hanya saja perbedan itu jangan sampai menjadi perpecahan namun hendaknya bisa dikelola menjadi potensi untuk membangun desa.

Disisi lain, bupati memuji pelaksanaan demokrasi di Desa Wonosri. Hal itu dapat terlihat dari keberhasilannya melaksanakan pilkades. Dengan keberhasilan itu, berarti masyarakat telah melaksanakan undang-undang dengan regulasinya. Karena pilkades merupakan pesta demokrasi di desa. Ia yakin di desa ada permasalahan, namun hendaknya permasalahan diselesaikan dengan musyawarah. Karena permasalahan merupakan tantangan yang harus diselesaikan.

Ia minta agar pembangunan didesa terus dilaksanakan dengan malanjutkan program pejabat lama.  Pejabat baru diminta agar jangan sungkan untuk belajar kepada pejabat lama tentang tata kelola pemerintahan, keuangan, pembangunan dan pengabdian.

Wahyu Widodo, ketika ditemui di sela-sela menerima ucapan selamat dari undangan, menyampaikan bahwa program kerja dalam waktu dekat, pihaknya akan melakukan konsolidasi. Baik itu kepada perangkat desa, lembaga desa maupun masyarakat Wonosri. Kemudian akan melakukan inventarisasi permasalahan termasuk pembangunan desa. Dari hal itulah pihaknya akan menentukan program kerja selanjutnya.

Pituruh Gelar Expo


Pituruh Expo yang digelar setiap setahun dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia, selalu mendapat respon positif masyarakat. Terbukti dalam Pituruh Expo 2012, diikuti lebih dari 60 stan terdiri dari hasil pertanian, kerajinan, makanan dan sebagainya.

Kegiatan tahunan yang sekaligus menyambut Hari Jadi Kabupaten Purworejo ke 1.111, dibuka oleh Bupati Purworejo Drs H Mahsun Zain MAg di halaman Kecamatan Pituruh, Selasa (4/9). Pembukaan juga dihadiri oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Yuli Hastuti, dinas instansi terkait dan muspika setempat.

Dalam kesempatan itu, Bupati memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh komponen masyarakat Pituruh yang setiap tahunnya menggelar Pituruh Expo. “Event ini telah menjadi salah satu ikon Kecamatan Pituruh, yang mendapat respon positif masyarakat,“ katanya.

Menurutnya, Pituruh memiliki banyak potensi, yang sangat layak untuk dikembangan. “Ini menjadi tugas pimpinan untuk mengangkat potensi untuk ekonomi kerakyatan, apalagi respon masyarakat sangat tinggi,” katanya.

Ketua penyelenggara Expo Pituruh Slamet SIP dalam laporannya menyampaikan, HUT Kemerdekaan RI merupakan pondasi yang monumental bagi tonggak sejarah perjuangan seluruh warga Indonesia. Akan sangat relevan sekali jika dimeriahkan dengan berbagai kegiatan yang menunjang pemahaman jiwa potriotisme seluruh warga. “Salah satu kegiatan tersebut adalah kegiatan Pituruh Expo 2012,yang merupakan kegiatan yang tak terpisahkan dengan HUT RI,” ungkapnya.

Dilaporkannya, Pituruh Expo yang diikuti unsur Organisasi Wanita, wira usaha akan berakhir 10 September 2012. Dalam kegiatan Pituruh Expo juga digelar lomba campur sari dan pentas seni tradisional yang ada di Kecamatan Pituruh

Senin, 03 September 2012

Pegawai BKD Tewas Kecelakaan



Kecelakaan maut yang mengakibatkan satu korban meninggal dunia terjadi di Jalan Raya Purworejo – Kutoarjo tepatnya di Desa Bayan, Kecamatan Bayan Minggu (1/9) sekitar pukul 14.00 WIB. Korban meninggal adalah Joko Mulyono (47) warga Desa Bandungrejo, Kecamatan Bayan, Purworejo. 

Korban merupakan pegawai negeri sipin (PNS) Badan Kepegawaian Derah (BKD) Kabupaten Purworejo. Informasi yang dihimpun menyebutkan, korban yang mengendarai sepeda motor Honda Win dengan nomor polisi AA 9885 CC melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Purworejo menuju Kutoarjo.

Sampai ditempat kejadian korban berusaha mendahuli mobil box di depannya. Pada saat bersamaan dari arah berlawanan melaju Bus Putra Remaja dengan nomor polisi AB 7018 AS jurusan Lampung – Yogyakarta yang dikemudikan oleh Waljono (45) warga Desa Mingguran, Yogyakarta. Karena grogi sepeda motor korban menyenggol mobil box hingga jatuh. 

Sementara Bus Putra Remaja yang melihat korban jatuh berusaha membanting stir ke arah kir hingga menabrak jembatan. Sedang mobil box yang tidak diketahui pemiliknya kabur begitu saja. Naas, tepat dibelakang Bus Putra Remaja ada truk kontainer dengan nomor polisi B 9963 SM yang dikemudikan Peang (40) warga Semarang. 

Akibatnya korban terlindas ban truk bagian depan dan tewas seketika ditempat kejadian dengan kondisi yang sangat mengenaskan. Jenazah korban selanjutnya dibawa ke RSUD Saras Husada Kabupaten Purworejo. Upaya evakuasi korban oleh petugas mengakibatkan kemacetan hingga sepanjang kurang lebih dua kilo meter. 

Kasat Lantas Polres Purworejo AKP Sutoyo yang berada di lokasi kejadian mengatakan belum bisa dipastikan pasti apa penyebab kecelakaan tersebut. Dikatakan, untuk pengusutan lebih lanjut kini pihaknya sedang memeriksa beberapa saksi. “Penyebab pasti kecelakaan sedang kami selidiki. Baik supir bus maupun kontainer sudah kami amankan,” jelas AKP Sutoyo.

Sabtu, 01 September 2012

Wakil Bupati Dan FKPD Sidak SKPD


Pemerintah Kabupaten Purworejo memberikan perhatian serius, menyongsong penilaian Adipura tahap I tahun 2012. Wakil Bupati bersama anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah dan beberapa pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD), BUMN/D, Jum’at ( 3/8) melakukan monitoring ke sejumlah SKPD. 

Dengan menggunakan sepeda, rombongan dipimpin Wakil Bupati Suhar, keluar masuk halaman kantor, untuk melihat secara langsung kebersihan lingkungan kantor.
Titik pantauan diawali dari seputar alun-alun, kemudian ke taman bermain anak (TBA), dan Bappeda. Dilanjutkan meninjau tugu Adipura di Suronegaran. Titik pantauan dilanjutkan ke jalan A Yani, meliputi BNI, Perum Perhutani, Bank Jateng, PLN dan kantor Pos. Terus hingga ke RSUD “Saras Husada, dan berakhir di BRI Unit. Penilaian I pada akhir Agustus- pertengahan September, penilaian kedua akhir Maret-April.

 Berdasarkan hasil pantauannya, Wakil Bupati Suhar menyatakan cukup puas, kendati masih ada beberapa kekurangan di beberapa SKPD. Sasaran pantuan meliputi kebersihan lingkungan, penyediaan bak sampah secara terpilah antara sampah organik dan non organik, serta keindahan.
Dari hal itu, sudah banyak kantor yang telah melakukan upaya ke arah itu. Hanya masih ada beberapa SKPD yang sudah dilengkapi tanaman hias, namun masih kurang teduh. Ia kemudian memberi contoh tanaman yang bisa berfungsi ganda.

“Kita bisa menanam seperti tanaman pucuk merah. Tanaman itu, saat kecil sangat enak dinikmati. Apabila sudah berumur lama, disamping masih indah dipandang, juga bisa sebagai peneduh,” ungkapnya. Menurutnya, monitoring akan dilakukan rutin setiap hari Jum’at. Tidak hanya SKPD saja, namun juga lingkungan lain. Direncanakan Jum’at depan Bupati akan monitoring di lingkungan pendidikan, dengan mengunjungi sekolah-sekolah.

Ia optimis, apabila semua pihak memiliki komitmen, maka ranking Purworejo akan naik dari ranking 31. Bahkan ia berharap semua lapisan masyarakat dari hulu hingga hilir, bisa bersatu menjaga lingkungan. “Saya juga sangat mendukung dilakukan lomba kebersihan antar kelurahan atau desa. Dengan cara seperti itu, semua lapisan masyarakat akan tergerak,” katanya.

Pada kesempatan yang sama Wakil Ketua DPRD R Abdullah, menyatakan bahwa saat ini kita melihat dan menilai daerah sendiri sebelum dilihat dan dinilai orang lain. Berdasarkan hasil monitoring, ia menganggap wajar Purworejo menempati ranking 31. Ke depan ia optimis, ranking Purworejo bisa naik, dengan catatan semua komponen berkomitmen untuk menjaga keindahan, kerapian dan kebersihan lingkungan.

Untuk meraih pretasi terbaik, saat ini menurutnya sangat sulit. Mengingat kondisi sangat ini belum mendukung, sementara kabupaten/ kota lain sangat antusias. Prestasi yang diharapkan, bisa menaikkan ranking dari penilaian sebelumnya.

Sementara itu, sejumlah warga yang dimintai komentar terkait perolehan adipura mengaku pesimistis. Hal itu lantaran di Kabupaten Purworejo masalah pengelolalaan sampah masih kurang serius. Selain masalah sampah yang di tempat penampungan sementara seperti di pasar Baledono dan Kongsi juga petugas sampah jalanan yang ada masih setengah dalam bekerja. Dicontohkan, banyak sampah yang masih menumpuk dijalanan sementara petugas penyapu jalananan yang ada terkesan masih masa bodo dan menganggap bukan tugasnya.

“Kalau petugas yang digaji pemerintah saja kurang peduli bagaimana masayarakat umum. Memang masalah sampah tanggung jawab bersama, tapi setidaknya para petugas tersebut bisa memberi contoh yang baik,” kata warga yang enggan disebut namanya.

Desa Kaligintung Juara I Ketahanan Pangan Tingkat Kabupaten


Kelompok Wanita Tani (KWT) Puji Lestari Desa Kaligintung Kecamatan Pituruh dinyatakan sebagai juara pertama lomba ketahanan pangan Adhikarya Pangan Nusantara bidang Optimalisasi Pemanfaatan Pekarangan tingkat Kabupaten Purworejo tahun 2012. Sedangkan juara kedua diraih KWT Sukomakmur Desa Sokowaten Kecamatan Banyuurip.

Penyerahan penghargaan dilakukan oleh Plt Badan Pelaksa Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (BP2KP) Kabupaten Purworejo Drs Agus Budi Supriyanto MSi dalam acara Pembinan dan Evaluasi Percepatan Penganeragaman Konsumsi Pangan (P2KP) di Desa Kaligintung, Selasa (28/8 ). Selain mendapatkan penghargaan berupa piala dan piagam, juara I juga mendapat uang pembinaan sebesar Rp 1 juta, dan Rp 500 ribu untuk juara II.

Drs Agus Budi Supriyanto MSi dalam sambutannya sangat mendukung peran kaum wanita yang tergabung dalam Kelopok Wanita Tani Desa Kaligintung yang telah memanfaatkan lahan pekarangan sebagai sumber kehidupan yang alami. Karena disamping sebagai warung hidup yang ditanami berbagai sayuran dan buah buahan, lahan pekarangan kosong juga dimanfaatkan sebagai apotik hidup yang di tanami berbagai obat-obatan tradisional.

Menurutnya, di jaman moderrn seperti sekarang ini banyak sekali makanan instan yang mengandung bahan pengawet seperti formalin yang sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh. “Contohnya buah apel dari Cina. Secara normal buah apel segar, akan layu hanya jangka waktu lima sampai tujuh hari saja. Namun buah impor bisa bertahan 3 sampai 5 bulan, karena sudah dikasih bahan pengawet,”ungkapnya.

Dikatakan, dengan adanya warung hidup maupun apotik hidup yang dikelola oleh Kelompok Wanita Tani, masyarakat akan terbebas dari penyakit. Karena semuanya menggunakan pupuk non organik yang tidak  mengandung bahan kimia.